Mind Diversion

Bedtime words (Part 1)

mulut itu memang lebih tajam dari pedang . bahkan mulut itu bisa membunuh melalui hinaan, cacian, tuduhan

membunuh kepercayaan diri, menghapus kasih sayang, persaudaraan, nama baik

Allah menciptakan satu mulut ,dua telinga, dan dua mata supaya manusia lebih banyak mendengar, mencerna, da melihat segala hal dengan lebih baik.

alangkah baiknya jika mulut itu menciptakan perdamaian, menebarkan kasih sayang, keindahan, ketenangan..

kalau jaman sekarang sih ada provokator yang lebih ngetrend : jari.

 buktinya .. tulisan di twitter, facebook, blog, website , sms, bahkan bbm…

pengaruhnya bisa bikin senang, sedih, marah, galau, dsb.

tapi…bagaimanapun…mulut dan jari itu ya cuma sarana.

Sentralnya ya…. hati

Seperti yang tertuang dalam hadits :

“Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semuanya, dan apabila segumpal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).


Have a nice sleep, people

Hope we getting wiser :) 


Afternoon Lesson (Part 1)

Terkadang dalam menghadapi berbagai ujian, kita lupa belajar dari hal-hal sederhana.. 

Seperti… dari bayi yang sedang belajar berjalan.

Walaupun berulangkali tersandung, terjatuh, menangis… Dia nggak pernah berhenti. Harusnya kita malu dengan anak yang sekecil itu, bisa memiliki tekad sebesar itu. Semakin sering dia mencoba, kaki-kakinya semakin kuat, semakin seimbang, hingga pada akhirnya bisa berdiri tegak dan melangkah perlahan. Hingga akhirnya kaki-kaki mungil itu semakin lincah, dapat berjalan hingga berlari. 

Perjuangan untuk meraih cita-cita juga harusnya seperti itu. Berulang kali tersandung, bahkan terjatuh, dianggap sebelah mata, bahkan tak jarang ketidakyakinan itu muncul dari diri sendiri. Prosesnya membuat kita semakin dewasa, semakin tegar, semakin menyadari bahwa kita ini nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan Yang Maha Kuasa.

Pernahkah kita mendengar seorang bayi tiba-tiba bisa berdiri, berjalan, dan  berlari tanpa berlajar tertatih-tatih terlebih dahulu? Dan pernahkah kita mendengar bahwa seorang bayi kemudian tidak bisa berjalan hingga dewasa karena dia menyerah dan gagal belajar berjalan? 

Gwe bukan orang yang pinter, dan masih jauh menuju bijaksana

Tapi gwe dikasih akal dan hati untuk bekerjasama

Menyadari bahwa “La Haula Wala Quwwata Illa Billah” bukan berarti duduk termenung tanpa melakukan apapun

Jadi, melangkahlah.. jangan menyerah

Biarpun tersandung, terjatuh, terinjak kotoran, maupun ditubruk sana-sini

Selagi masih diberi Allah kemampuan berupaya

Bawalah Allah ke dalam hatimu, bawa serta do’a-do’a orang yang menyayangimu

Tersenyumlah kepada orang-orang di sekitarmu, menangislah dalam sujudmu

Percayalah, langkahmu akan membawa ke tempat yang terbaik untukmu.

:) 




Here we go, come with me

There’s a world out there that we should see
Take my hand, close your eyes
With you right here, I’m a rocketeer

Let’s fly (fly,fly,fly,fly)
Up, up here we go, go
Up, up here we go, go
Let’s fly (fly,fly,fly,fly)
Up, up here we go, go
Where we stop nobody knows, knows

Where we go we don’t need roads, roads
Where we stop nobody knows, knows
To the stars if you really want it
Got, got a jetpack with your name on it
Above the clouds in the atmosphere, phere
Just say the words and we outta here, outta here
Hold my hand if you feeling scared, scared
We flying up, up outta here 

Here we go, come with me
There’s a world out there that we should see
Take my hand, close your eyes
With you right here, I’m a rocketeer

Let’s fly (fly,fly,fly,fly)
Up, up here we go, go
Up, up here we go, go
Let’s fly (fly,fly,fly,fly)
Up, up here we go, go
Where we stop nobody knows, knows

Baby, we can stay fly like a G6
Shop the streets of Tokyo, get you fly kicks 

Girl you always on my mind, got my head up in the sky
And I’m never looking down feeling priceless, yeah
Where we at, only few have known
Go on the next level, Super Mario
I hope this works out, Cardio
Til’ then let’s fly, Geronimo 

Here we go, come with me
There’s a world out there that we should see
Take my hand, close your eyes
With you right here, I’m a rocketeer

Nah, I never been in space before
But I never seen a face like yours
You make me feel like I could touch the planets
You want the moon, girl watch me grab it
See I ain’t never seen the stars this close
You got me struck by the way you glow
I’m like, oh, oh, oh, oh
I’m like, oh, oh, oh, oh 

Here we go, come with me
There’s a world out there that we should see
Take my hand, close your eyes
With you right here, I’m a rocketeer

Let’s fly (fly,fly,fly,fly)
Up, up here we go, go
Up, up here we go, go
Let’s fly (fly,fly,fly,fly)
Up, up here we go, go
Where we stop nobody knows, knows





Seandainya

Terlalu banyak kata seandainya

Seandainya kamu

Seandainya bukan kamu

Seandainya aku, bukan dia

Seandainya kamu, bukan juga dia

Seandainya kita…

Seandainya bukan kita

Seandainya bertemu kamu lebih dulu

Seandainya saya tidak usah bertemu kamu

Diantara banyak kata seandainya

Diantara kata “mengapa” dan tanda tanya

Maka seandainya persamaan itu ada

diantara semua yang  berbeda

termasuk cinta

Seandainya tidak ada rasa

maka 

ah, seandainya„,



I’ve made up my mind,
Don’t need to think it over
If I’m wrong, I am right
Don’t need to look no further,
This ain’t lust
I know this is love
But, if I tell the world
I’ll never say enough
‘cause it was not said to you
And that’s exactly what I need to do
If I end up with you

[Chorus]
Should I give up,
Or should I just keep chasin’ pavements?
Even if it leads nowhere
Or would it be a waste
Even if I knew my place
Should I leave it there
Should I give up,
Or should I just keep chasin’ pavements
Even if it leads nowhere

I build myself up
And fly around in circles
Waitin’ as my heart drops
And my back begins to tingle
Finally, could this be it

[Chorus]
Or should I give up
Or should I just keep chasin’ pavements
Even if it leads nowhere
Or would it be a waste
Even if I knew my place
Should I leave it there

Should I give up
Or should I just keep chasin’ pavements
Even if it leads nowhere
Or would it be a waste
Even if I knew my place should I leave it there
Should I give up
Or should I just keep on chasin’ pavements
Should I just keep no chasin’ pavements
Ohh oh




ikanatassa:

Travel is the simple chance of reinventing ourselves at new places where we are nobody but a stranger. 

Travel is the discovery of what and who we miss the most. 

Travel is the same pair of jeans for a week and different experiences every day.

Travel is finding new things and new people to miss.

Travel is discovering the part of yourself that you never knew existed before.

Travel is that one song in your iPod that will forever remind you of that one sexy afternoon somewhere.

Travel is the discovery of who misses us the most.

Travel is answering the question ‘business or pleasure’ without blinking.

Travel is deciding who will be the last call before you take off and the first call after you landed.

Travel is a test of your physical and emotional tolerance.

Travel is a one hour conversation that could lead to a lifelong friendship.

Travel is that one boarding pass you keep in your wallet to remind yourself one day when you’re gray and old that you were once cool.

Travel is waking up in a strange bed and feeling home and waking up in your own bed one day and feeling like a stranger.

It’s learning not to take every second for granted.

Travel is learning that the journey is as memorable as the destination.

Travel is discovering that random act of kindness does exist.

Travel is learning to communicate with just a smile.

Travel is not wanting to sleep because for once reality is more interesting than your dream.

Travel is not being afraid to fall in love with a complete stranger.

Travel is where broken English is welcomed with a wide smile instead of greeted by a grammar nazi.

Travel is where people that you talk to really try to understand what you’re trying to say.

Travel is finding out more reasons to write. And more reasons to live.

Travel, sometimes, is the rediscovery of our nationalism.

Travel is that one stranger across the street you will always wonder if he/she is your soul mate.

Travel is wearing those clothes you couldn’t wear back home.

Travel is realizing the things you cannot live without.

Travel is realizing that maybe you know nothing.

Travel is wearing a stranger’s jacket and feeling home.

Travel is meeting you. 

Via a piece of my mind

unavoidable

There’s a moment

when

I think

the one I can trust

is 

just myself

and I don’t feel I like it


persegi

Persamaan kita hanya satu : pencarian

dan jika salah satu dari kita telah menemukan apa yang kita cari

maka kita akan kemballi menjadi orang asing

yang bermain di dalam dunia maya empat persegi ini

kamu nggak perlu bilang selalu ada untukku

karena kamu bukan mini market 24 jam di sudut jalan

kamu cukup disana-mendengar

dan aku pun akan tetap menjadi icon recycle bin

yang menampung sampah-sampahmu

dunia kita hanya terbatas diantara sinyal 3G

Bahkan hati enggan menjadi saksi atas apa yang telah kita bagi 

Seperti halte, aku adalah tempat persinggahanmu di kala lelah

sebelum kau melanjutkan pergi dengan bus berikutnya

Hati-hati di jalan, singgahlah sebentar

jika sunyi tak berhenti mengikutimu

maka akan ada segelas air putih

atau sebatang cokelat dariku

agar kau tahu

bahwa aku bukan sekedar emoticon

di layar empat persegi selular pintarmu


When it turns to 24

Seperti halnya sehari yang berdurasi 24 jam„, sebulan berarti 24x30 hari, setahun berarti 24x30x12  dan 24 tahun berarti 24x30x12x24 = 207.360 jam. Wah„, sungguh kesempatan yang panjang yang telah Allah kasih buat gw untuk menghirup udara di bumiNya ini. Gw membayangkan 24 tahun lalu suara Alm. Ayah bergetar waktu nge-azanin gw… suara ibu yang bertanya dengan cemas begitu gw dilahirkkan: apakah jari tangan dan kaki gw lengkap? apakah anggota tubuh gw ada yang cacat? 

Dan nggak terasa„,hanya sedetik jarum jam bergeser atau angka di jam digital berubah menjadi 00:00 yang menandakan perubahan, seperti hari ini di saat gw lagi nulis postingan ini, ngeliat jam di hp gw yang menandakan perubahan tanggal dari tanggal 22 September menjadi 23 September 2011. Satu detik yang membawa perubahan dari 23 menjadi 24 tahun gw diizinin numpang di dunia. Satu detik yang membawa banyak harapan di setiap pergeseran usia seseorang. Sesuatu banget kan.. :)

Gwe sering turun lapang buat penelitian yang berhubungan dengan masyarakat desa dimana gw harus menanyakan biodata mereka menurut panduan kuesioner penelitian yang gwe bawa. Dan seringkali responden gwe, terutama yang udah berumur, gak tau usia mereka berapa… mungkin pikun atau mungkin mereka tidak peduli kapan mereka berulang tahun. beberapa ada yang mengitung usia dari tahun pernikahan mereka, atau usia anak mereka. 

Some people says that age is just a number. Tapi, buat sebagian besar orang, menurut gwe„, perubahan angka itu seperti sebuah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk lebih optimis bahwa seiring bertambahnya usia, kita bisa menjadi orang yang lebih baik, bisa meraih apa yang kita-citakan,bisa berbagi lebih banyak kasih sayang buat orang lain.

Gwe merasa sangat sangat beruntung bahwa Allah memberikan kenikmatan berada di tengah keluarga yang sayang sama gwe, punya sahabat yang memberi perhatian dengan cara yang berbeda-beda, bertemu orang-orang yang luar biasa. And here, walaupun kelihatanya sangatlah mellow atau mengira gwe sedang galau maximum… tapi gwe sangat-sangat bersyukur kepada Allah SWT, berterima kasih telah menitipkanku kepada kedua orang tua yang sederhana tapi luar biasa, Alm Sjukri Hamid dan Azwita Aziz…tumbuh bersama abang sayang Mhd Ihsan Kurniawan (tempat curhat, tempat berantem, thanks for givin’ your best trust which stated that I’m strong indeed). Dimana aku yakin namaku pasti masuk dalam daftar do’a mereka dan mereka masih jadi top list di daftar do’aku.

Gwe gamau ngebahas tahun lalu, atau lebih tepatnya masa-sebelum beberapa jamm yang lalu di saat umur gwe masih 23. Yang jelas„ tahun ini dan tahun-tahun ke depan gwe pasti bisa menjinakkan musuh terbesar gwe, yaitu diri sendiri. Tidak bisa instan, tapi selalu ada waktu terbaik buat segala sesuatunya.

Semoga aku bisa menjadi hamba yang selalu bersyukur dan terpelihara dari penyakit hati Ya Rabbi. Illahi anta maksudi, waridhoka matlubi.

Bismillaahirrahmaanirrahiim 

Medan, 23 September 2011


a piece of wastepaper

You can’t get all what you want. that’s stated. that’s fixed.

You can’t make everything works as you’ve planned. that uncompromised,too

You can’t control other’s feeling about you. that’s the basic knowledge

But you can be yourself. that’s also stated

You can change to be a better person. That’s called compromise

You can make a choice. we all know about it

And„„ maybe you have to feel hurt first, so you know what hapiness is…

Let’s called it a life lesson


13
To Tumblr, Love PixelUnion

We're updating Fluid!

Soon, we'll be updating the look and feel of this theme. Read about the changes here. You can easily turn off this notification in the theme customization panel.

Close